Sabtu, 09 April 2016

Harimau dan Kera

Dahulu kala harimau adalah satu-satunya raja hutan yang berkuasa.

Semua binatang tunduk dan patuh pada perintahnya.

Nenek moyang ku,king loreng generasi pertama adalah pemimpin yang bijak,tapi itu semua terjadi setelah ada perjanjian "bagi wilayah".

Sebenarnya..nenek moyang ku dulu adalah raja yang sangat di benci rakyatnya karena suka bertindak semena-mena.

Hingga pada suatu hari ketika king loreng generasi pertama jalan-jalan,dia terjebak dalam lumpur hisap.

Dia tak bisa lolos dari lumpur hisap itu dan perlahan-lahan dia mulai tenggelam di dalamnya.

Dia pun berteriak-teriak minta tolong,tapi tak ada satu pun binatang yang mau menolongnya.

Ahirnya..datanglah seekor kera di hadapanya.

Dan nenek moyang ku meminta tolong padanya,tapi kera itu tidak mau.

Raja harus mau memenuhi beberapa syarat sebagai ganti petolongan yang dia berikan,dan demi keselamatan nyawanya...

nenek moyang ku menyanggupinya.

Dan kera mengajukan tiga persyaratan..

Yang pertama,sang raja harus menjadi raja yang menyayangi rakyatya serta bersikap adil dan bijak sana.

Yang ke dua,harus ada pebentukan dewan

tinggi dan pembagian wilayah kepemerintahan.

Itu di lakukan sebagai alternatif pemegang kepemrintahan sementara ketika raja loreng mengingkari janjinya.

Dan yang ke tiga,bangsa harimau tidak boleh memangsa dan mengganggu bangsa kera dan anak cucunya.

Dan nenek moyang ku menyanggupi semua syarat dan perjanjian itu.

Bahkan nenek moyang ku menghadiahi bangsa kera dengan taring dan kuku yang kuat sebagai wujud keseriusan perjanjian itu.

Nah serigala,sekarang kau tahu alasan apa yang membuat ku tak bisa menyusul kancil ke tempat asalnya..".kata king loreng menutup ceritanya.

'Oooo..rupanya begitu to bos? Yah,mau gimana lagi kalau sudah kaya gitu,berarti si bos harus lebih bersabar saja menunggu si kancil keluar dari sarangnya".kata serigala kemudian pamit undur diri.

Sementara harimau masih tetap terpaku di singgasananya,dan menunggu kesempatan untuk bisa bertemu kembali dengan si kancil..


0 komentar:

Posting Komentar